Kamis, 27 Mei 2010

Kontak Batin lewat Honda Tiger dan Mega Pro


Wardoyo dan Suswanto ini, saudara bukan dan tinggalnya pun berjauhan. Satu di kotif Depok dan satunya lagi di Purwokerto, Jateng. Namun keduanya melakukan kontak batin melalui modifikasi pada motor mereka yang sama-sama Honda. Keduanya mengusung rancangan model bungkuk dan material yang dipakai pun ada yang sama pula.
Untuk mengubah Honda Mega Pronya, Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) mencontoh ide dari Honda CBR1000, Sedang Wardoyo dengan Billy Custom terinspirasi Suzuki B-King untuk menyulap Honda Tiger hijaunya.
Selain sama-sama mengkonsep model bungkuk, ternyata Wardoyo dan Wanto punya kesehatian dalam penggunaan bahan material, yakni pelat galvanis sebagai bahan bodi. Menurut Wanto, buayanya lebih murah dibandingkan dengan fiberglass.
Masih ada lagi. Kesamaan mereka tampak pada ubahan monosok yang sama-sama pakai Suzuki Satria 120. Dilanjutkan lagi dengan lampu depan, meski materialnya beda namun desain covernya bagaikan anak kembar. Bila Wardoyo lebih memilih lampu Supra, Wanto menjatuhkan pilihannya pada Vario.
Untuk urusan kaki-kaki, kali ini keduanya beda selera. Wardoyo kepincut dengan Sprint, sementara Wanto jatuh cinta sama Storm.
DATA MODIFIKASI
HONDA TIGER 2000 1998
Ban depan : Swallow 110/70-18
Ban belakang : Swallow 130/70-18
Knalpot : Custom
Lampu depan : Honda Supra
Lampu belakang : Suzuki Spin 125
Rem belakang : Suzuki Satrai 120
HONDA MEGA PRO 2002
Ban depan : Blackstone 100/80-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Lampu depan : Vario
Lampu belakang : Honda Grand
Knalpot : Handmade

Jumat, 21 Mei 2010

Polres Tanahdatar Kantongi Nama Pembakar Istano Silinduang Bulan



Kapolres Tanahdatar AKBP Teguh Trisasongko mengatakan pihaknya sudang mengantongi nama-nama yang diduga telah sengaja melakukan pembakaran Istano Silinduang Bulan, Minggu (21/3) pukul 01.20 WIB lalu.
"Setelah hasil Labfor keluar, dan dinyatakan kuat dugaan bahwa Istano Silinduang Bulan sengaja dibakar, maka kita langsung membuat tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Tim sudah turun ke lapangan dan beberapa nama sudah kita kantongi," ungkap Teguh, Selasa (18/5) di Pagaruyung.
Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Indra Rusdi ini, belum bersedia mengungkapkan nama-nama pembakar Istano kebanggaan masyarakat Tanahdatar tersebut.
"Karena ini masih dalam penyelidikan, kita belum dapat mengungkapkan di media, nanti timbul fitnah. Namun dalam waktu dekat nama-nama mereka akan kita buka," tegas Kapolres.
Ia menyebut asal api yang menghanguskan Istano Silinduang Bulan berasal dari lima titik api di tiang-tiang rumah gadang. Hasil Tim Labfor Polda Sumut tidak menyebutkan api yang cepat melalap dinding Istano disebabkan minyak tanah atau bensin.
Mantan Kapolres Mentawai ini menambahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Kesaksian mereka baru sebatas proses kejadian terbakarnya Istano, orang-orang yang dekat dengan kerabat Kerajaan Pagaruyung serta mereka yang juga punya konflik seputar penobatan Pewaris Kerajaan Pagaruyung.
Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik Polri telah melakukan pemeriksaan di 12 titik di lokasi kebakaran Istano Si Linduang Bulan. Beberapa sampel seperti abu, arang, dan kabel listrik sudah dibawa Labfor Polda Sumut.
Ketua Tim Labfor Polri AKBP Sodiq Pratomo, SSi.MSi menyebut penyebab kebakaran bisa dari alam, listrik, bahan kimia, mikrobiologi, dan api terbuka seperti kelalaian dan kesengajaan.
Waktu itu Sodiq menyebut sumber api yang melalap Istano Si Linduang Bulan bukan berasal dari alam seperti petir dan bahan kimia.
Tim Labfor selain melakukan identifikasi lokasi, juga meminta keterangan kepada empat orang saksi yang melihat kebakaran tersebut terjadi yaitu, Rismawati, Hendri, Zul, dan Puti Reno Raudha Thaib.
Kebakaran Istano Si Linduang Bulan sudah yang keempat kalinya. Kebakaran pertama pada tahun 1569, kemudian tahun 1808, 1961, dan saat ini 2010.

Disebutkan, kebakaran yang terjadi sekitar Minggu hanya menghanguskan perlengkapan upacara kebesaran, makan, dulang, carano, duplikat silsilah dan ranji limbago, sedangkan benda-benda cagar budaya tidak terbakar.
Istano Si Linduang Bulan mulai diresmikan pemakaian pada 21 Desember 1989 oleh Pucuak Limbago Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyung dan Niniak Mamak Nagari Pagaruyuang. Sedang secara pemerintahan diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi RI Soesilo Soedarman pada 23 Desember 1989.
Arsitek dan perancang bangun rumah gadang Istano adalah Ir. Syahrizal, Lulusan Fakultas Teknik Universitas Bung Hatta Padang (saat ini menjabat Sekretaris Dinas PU Kota Pariaman), yang membuat gonjong Malin Kayo, membuat ukiran Mak Uniang Syamsuar Hamid (alm).
Luas areal komplek Istano Si Linduang Bulan 0,5 Ha, ukuran rumah gadang Istano 28 x 18 meter, jumlah gonjong 7 buah, rangkiang 2 buah dengan nama Sibayau-bayau dan Sitinjau Lauik.
Pembangunannya dibantu dana H. Amunizal Amin Dt. Rajo Batuah, Azwar Anas Dt Rajo Sulaiman, dan Raja Negeri Sembilan Tuanku Ja'far. Sedangkan gagasan pembangunan dari dunsanak Malaysia yakni Tansri Dt. Raja Khalid dan Raja Syahminan.(Sumber Antara Sumbar)

Kamis, 01 April 2010

Siapa bilang hitam tidak punya nilai sejarah…?




Nagari Balimbing merupakan salah satu nagari tertua di Sumatera Barat dan tersebut di dalam tambo (silsilah adat) Minangkabau। Seperti juga umumnya nagari-nagari di sekitar Gunung Marapi, pemandangannya sangat indah. Tapi ada kekhususan di Nagari Balimbing yang sudah sulit ditemui di Nagari-nagari lain, yaitu adatnya yang relatif masih kental/asli dan masih berdirinya rumah-rumah adat yang berusia ratusan tahun. Salah satu ciri khas Nagari Balimbing adalah keberadaan rumah adat asli Minangkabau yang telah diakui oleh Pemda sebagai Obyek Wisata. Rumah adat ini yaitu Rumah Adat Kampai Nan Panjang telah berusia lebih dari 300 tahun dan dibangun samasekali tanpa menggunakan paku dan salah satu ciri khasnya rumah adat ini adalah berwarna hitam, mulai dari atapnya (ijuk) sampai dengan dindingnya yang berwarna hitam

Warna Hitam bukan tiada artinya bagi masyarakat minangkabau, karena warna ini merupakan warna kebesaran di dalam pakaian pemuka adat dulunya, bahkan sampai sekarang warna pakaian pemuka adatnya (Penghulu) mulai dari baju sampai dengan celananya berwarna hitam, mungkin tidak salah rupanya kalau penulis yang merupakan Putra Asli Nagari Balimbing menganggap Rumah Adat ini sebagai icon Black Community nya Nagari Balimbing dan berharap dapat di publikasikan di dalam Black in News mengenai keberadaan rumah adat ini yang mempunyai nilai historis/sejarah yang tinggi bagi masyarakat nagari balimbing dan merupakan simbol warisan kebudayaan . (4 12 1 )



Minggu, 10 Januari 2010

Mr.Black and Black Goat (Kambing Hitam )


Apess....., Sial...... mungkin itulah yang bisa diucapin Mr। Black setetalah semua apa yang terjadi sama dirinya, tersangkut dengan masalah korupsi yang menimpa dirinya yang merupakan kesalahan yang tak pernah di lakukannyaMr Black merupakan korban dari konspirasi tingkat tinggi untuk menyelamatkan salah satu pejabat di kotanya, sang pejabat merupakan seorang tokoh masyarakat yang baru saja terpilih sebagai walikota, dan demi menyelmatkan karirnya dan jabatannya sang pejabat tersebut mencari kambing hitam yang dapat di manfaatkan untuk melindunginya dari kasus korupsi yang dilakukannya. Mungkin itulah wajah hukum di negeri kita ini, yang selalu mencari kambing hitam di setiap kasus yang menimpa pejabat publik di negeri kita ini. Begitulah nasibnya Kambing hitam yang merupakan korban keadaan, yang ujung-ujungnya sang kambing hanya bisa mengembek saja. Sedangkan pelakunya bebas ....!

Deddy Corbuzier



Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau lebih dikenal sebagai Deddy Corbuzier yang lahir Pada tanggal 28 Desember 1976 adalah seorang pesulap yang populer di Indonesia. Ia adalah seorang pesulap profesional keturunan Tionghoa. Dia dikenal akan wajahnya yang dirias dengan unik dan selalu tampil di depan publik dengan berbaju hitam.

Ketenarannya bukan hanya dilambungkan oleh profesinya sebagai pesulap, tapi juga berkat penampilannya dalam kancah dunia hiburan di Indonesia. Selain sering tampil dalam berbagai acara sulap dan talk show tentang sulap di berbagai stasiun televisi, ia juga pernah membintangi sejumlah iklan di televisi dan media cetak. Dedi pun sempat bermain dalam sejumlah sinetron sebagai bintang tamu. Ketenarannya terutama ditopang oleh kemahirannya dalam mempesona para penonton yang menyaksikan aksinya. Selain trik-trik sulap umum, Dedi juga kerap menyajikan pertunjukan sulap yang mengandung risiko tinggi. Meskipun dikenal sebagai pesulap, ia sendiri lebih suka disebut "mentalist".
Deddy mengakhiri masa lajangnya dengan Kalina Oktarani atau lebih akrab disapa Kalina pada 25 Februari 2005, dan telah dikarunia seorang anak, Azkanio Nikola Corbuzier.

God Bless dan Semut Hitam









Semut Hitam" adalah album ketiga dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1988 dengan personelnya Ahmad Albar Sebagai Vokalis, Ian Antono Sebagai Backing Vokal dan dan Gitaris, Donni Fatah sebagai backing vokal dan Bassis, Teddy Sujaya sebagai Drumer dan Jockie Surjoprajogo sebgai keyboroards. Album ini dirilis dengan jarak waktu yang cukup lama dari album terakhir yang berjudul Cermin. Comeback mereka ini menorehkan prestasi yang luar biasa. Album ini meledak di pasaran dan menjadi album terlaris God Bless sepanjang sejarah।





Sukses album ini antara lain berkat lagu andalan album ini berjudul Kehidupan yang langsung berhasil menggebrak setelah dirilis. Sukses single ini dilanjutkan oleh hits berikutnya dari album ini yaitu Rumah Kita. Album ini berhasil mengangkat kembali nama God Bless ke puncak popularitas, sekaligus menjadi motivator bagi banyak kelompok rock yang kemudian muncul pasca sukses God Bless saat itu.

Side A

1. "Kehidupan"

2. "Rumah Kita"

3. "Semut Hitam"

4. "Damai Yang Hilang"

5. "Orang Dalam Kaca"

Side B

1. "Ogut Suping"

2. "Suara Kita"

3. "Badut-Badut Jakarta"

4. "Trauma"

5. "Bla... Bla... Bla..."

Jumat, 08 Januari 2010

Kegiatan Mahasiswa + Sponsor = .... ?



Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat merupakan perguruan tinggi swasta di kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri), yang di bina langsung di bawah Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sumatera Barat, dan merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik/terfavorit di Sumatera Barat dengan jumlah mahasiswa ± 7.000 orang mahasiswa.

Saat ini STKIP PGRI Sumatera Barat sebgai perguruan terbaik di Sumatera Barat telah mulai berbenah, baik dari segi akademik maupun kemahasiswaan. Saat ini organisasi kemahasiswaan STKIP PGRI Sumatera Barat lagi giat-giat nya dengan kegiatan/acara ekstrakurikuler, salah satunya STKIP PGRI Cup 2009 yang memperebutkan Tropy bergilir dari Ketua STKIP PGRI Sumatera Barat yang mempertandingakan cabang olahraga futsal, bola voli, badminton, bola basket sepakbola dan sepak taktarw dan lainya, dan dalam bulan januari ini akan di buka pula turnamen futsal antar perguruan tinggi swasta di kota padang serta pentas seni dan seminar nasional.

Melihat semangat dan kreatifitas mahasiswa tersebut seharusnya kita bangga, mereka tetap semangat walaupun dalam kegiatan yang diadakan minim dari dukungan sponsor dan hanya memanfaat kan sumber dana dari kampus.

Dan untuk itu kita sama-sama berharap nantinya akan ada dukungan sponsor didalam kegiatan tersebut sehingga mereka bisa mengangkat kegiatan/ivent yang lebih besar lagi. Untuk itu kami berharap PT. Djarum Indonesia dapat memfasilitasinya dan bekerja sama dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan Djarum Black seperti Black Inovation Award Goest to Campus yang mana kita lihat kegiatan ini belum pernah di lakukan di Sumatera Barat dan tidak ada salahnya bila kegiatan ini diadakan di STKIP PGRI Sumatera Barat dan di samping itu juga bisa dilakukan iven kontes modifikasi motor karena tingginya antusias peminat akan kegiatan tersebut dan mereka kebanyakan tergabung di beberapa komunitas motor dan salah satu di Balck Motor Community.