Selasa, 02 Juni 2009

Pemandian Batang Tabik di Payakumbuh


Pemandian Batang Tabik merupakan objek wisata pemandian alam dengan air yang sangat jernih dan sejuk, dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan alam yang indah.

Pemandian Batang Tabik merupakan objek wisata pemandian alam dengan air yang sangat jernih dan sejuk, dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan alam yang indah. Keindahan Batang Tabik ini telah menimbulkan inspirasi bagi komponis Lagu Minang untuk menciptakan sebuah lagu yang menceritakan tentang keindahannya dan mengajak pendengar untuk berwisata ke Batang Tabik ini.
Lokasi pemandian Batang Tabik ini telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda sebagai satu-satunya pemandian di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Payakumbuh. Selain sebagai tempat pemandian dan rekreasi, airnya juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air oleh PDAM Kota Payakumbuh untuk konsumsi masyarakat.
Pemandian Batang Tabik berada di Kenagarian Sungai Kamuyang dan dikelola oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat. Menurut cerita orang-orang tua, nama Batang Tabik ini berasal dari timbul airnya, air Batang Tabik ini bersumber dari Danau Singkarak. Mata air yang “Tabik” (terbit/muncul) dari dalam tanah ini kemudian dibendung sehingga menjadi kolam dan kemudian dinamakan Batang Tabik. Lokasi pemandian Batang Tabik berjarak ± 5 km dari Pusat Kota Payakumbuh, dan berada dipinggir jalan raya menuju Nagari Lintau Kabupaten Tanah Datar.

Gunung Padang Legenda Hidup Siti Nurbaya


Gunung Padang merupakan objek wisata yang menjadi legenda hidup cerita Siti Nurbaya. Bukit yang tak begitu tinggi tersebut, dimanfaatkan kalangan pencinta olahraga climbing untuk menguji nyali

Gunung Padang merupakan objek wisata yang menjadi legenda hidup cerita Siti Nurbaya. Bukit yang tak begitu tinggi tersebut, dimanfaatkan kalangan pencinta olahraga climbing untuk menguji nyali. Tak jarang empat jalur pemanjatan yang ada di kawasan Siti Nurbaya tersebut menjadi dinding alam favorit bagi para climber.

Tebing yang terbentuk dari batuan basal ini menjulang dengan ketinggian sekitar 30 meter. Menariknya, tebing Gunung Padang menyediakan tingkat kesulitan yang bervariasi. Menurut informasi, terdapat sekitar 4 jalur yang bisa dimanfaatkan para climber untuk menguji nyali. Di antaranya Jalur H&R (5.9) dipanjat tahun 1991 oleh Harera dan Edu, Jalur Camp (5.11 c/d) dipanjat tahun 1990 oleh Rizal N Jalur Fasting (5.12) dipanjat tahun 1992 oleh Valdi dan Jalur Trek Eureka (5.11 c/d) oleh Radit.

Selain menawarkan wisata alam, Gunung Padang juga menyimpan wisata sejarah. Di bukit tersebut, pernah ditanam jasad Siti Nurbaya yang mewakili budaya kelam kawin paksa wanita Minang. Kisah roman Kasih Tak Sampai: karangan Marah Rusli tersebut bermula dari keelokan Gunung Padang.

Di Gunung Padang, pengunjung juga akan menjumpai sejumlah meriam tua peninggalan tentara Jepang sebagai benteng pertahanan untuk menghalau musuh yang hendak masuk ke tepian Muara Pantai Padang.

Akses menuju Gunung Padang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di kaki gunung tersebut sebelum melanjutkan dengan berjalan kaki. Uniknya, jalan menuju Gunung Padang itu pengunjung harus mendaki ratusan anak jenjang yang panjang dan berliku. Kepenatan menaiki anak tangga akan terobati saat melempar pandangan ke sebelah kanan.

Indahnya riak gelombang laut, semaraknya gedung-gedung yang menjulang di tengah Kota Padang, dan belasan kapal nelayan lego jangkar, akan Anda temui. Panorama itu akan mehilangkan kepenatan kaki Anda saat menghitung satu demi satu jenjang menuju puncak Gunung Padang. Selain wisata sejarah, sekelompok anak muda juga memanfaatkan dataran di puncak bukit sebagai areal camping. Ratusan kuburan cina dengan motif dan ukiran nan indah akan menghiasi setiap jengkal puncak Gunung Padang.37.

( Sumber berita : Erinaldi – Padang Today )

Pantai Aia Manih Objek Wisata Favorit Kota Padang


Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan, Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan.

Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan, Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.

Pantai landai nan luas di Pantai Aia Manih memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pengunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan. Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Aia Manih. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati bekal makanan yang telah dipersiapkan.

Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Tak jarang, kalangan muda di Kota Padang juga memanfaatkan Pantai Aia Manih sebagai tempat perkemahan. Debur ombak bergulung di daerah tersebut juga dimanfaatkan para peselancar untuk berselancar. Akses menuju kawasan wisata Pantai Aia Manih dapat dituju dari beberapa arah. Pantai yang terletak di Kecamatan Padang Selatan tersebut, bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat kota.

Dari kawasan Gunung Padang pun, para wisatawan dapat menempuh Pantai Aia Manih dengan berjalan kaki. Jalur tersebut cukup melelahkan tapi memberikan pengalaman berpetualang yang menyenangkan. Sejumlah penginapan (homestay) bisa ditemui di Pantai Aia Manih jika Anda ingin menghabiskan malam di kawasan wisata tersebut. Mengenai harga, konon kabarnya tidak terlalu mahal karena dikelola masyarakat setempat. ( Sumber berita : Erinaldi - Padang Today)

Indahnya Pantai Carocok


Indahnya pantai berpasir putih sungguh menawan hati bagi mata yang melihatnya. Barisan pohon kelapa disepanjang pantai serta Kulit-kulit kerang dengan beragam bentuk yang banyak berserakan, semakin menambah apiknya keindahan yang tersaji

Indahnya pantai berpasir putih sungguh menawan hati bagi mata yang melihatnya. Barisan pohon kelapa disepanjang pantai serta Kulit-kulit kerang dengan beragam bentuk yang banyak berserakan, semakin menambah apiknya keindahan yang tersaji. Pantai di Kabupaten Pesisir Selatan yang juga memiliki banyak teluk ini, tentu akan menawan hati siapa saja yang mengunjunginya.

Perjalan dengan suasana seperti itu ditemui saat melakukan Ekspedisi Susur Pantai yang dimulai dari pantai Batu Kalang menuju kawasan pelabuhan Carocok di Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Berwisata dengan cara menyusuri pantai ini masih jarang dilakukan oleh masyarakat maupun organisasi penggiat alam bebas. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat tentang kegiatan tersebut, Keadaan ini semakin diperparah dengan sedikitnya informasi mengenai keberadaan pantai yang bisa dilakukan untuk kegiatan susur pantai ini.

Perlengkapan yang digunakan juga tidak terlalu merepotkan. Kecuali jika seandainya kita harus melewati rawa-rawa dalam susur pantai ini, barulah beberapa perlengkapan khusus di gunakan. Untuk mempersiapan perlengkapan ini, anda bisa mengetahuinya lebih awal melalui peta yang menjadi tujuan kegiatan. Selain ajang wisata, susur pantai ini pernah juga diperlombakan tahun 1991 di pantai Pariaman oleh Mapala Proklamator Universitas Bung Hatta.

Di pantai ini masih banyak rumah penduduk dan perahu nelayan yang bersandar dibibir pantai. Karena laut adalah sumber mata pencaharian masyarakat disini maka tidak mengherankan rasanya jika kita banyak menemui berbagai makanan yang berbahan dasar ikan dan udang. Selain itu suasana khas dari sebuah perkampungan nelayan terasa sangat kental. Di beberapa tempat terlihat para nelayan yang sedang memperbaiki jala maupun perahu yang rusak.

Pada hari pertama ini anda dapat memilih lokasi peristirahatan atau tempat camp yang biasanya agak terpisah dari perkampungan masyarakat. Disepanjang pantai yang akan lewati banyak ditemui kulit-kulit kerang dan patahan terumbu karang. Pada hari pertama ini akan melewati beberapa buah teluk yaitu teluk Lambu dan teluk Lundang. Pemandangan sungguh sangat indah, bagi yang ingin mencicipi segarnya air kelapa muda juga bisa mendapatkannya secara cuma-cuma. Hanya saja kita harus punya kemampuan memanjat, karena pohon kelapa disini rata-rata tumbuh besar dan tinggi. Suasana seperti berada di tempat terasing terasa saat berada diteluk ini. Masyarakat yang ditemui hanya satu dua saja, itupun secara kebetulan disaat mereka bermaksud melihat kondisi jerat yang mereka pasang pada hari sebelumnya,di daerah ini tepatnya diperbukitan yang membentang menghadap pantai banyak terdapat binatang buruan seperti kancil, rusa dan kijang.

Setelah melewati teluk Lambu, harus merayapi dinding karang dengan ketinggian ± 8 meter. Dinding yang cukup terjal ini biasanya dilewati dengan cara scrambling (menggunakan tangan karena lintasan cukup terjal). Ombak yang bergulung cukup tinggi terdengar bergemuruh saat menghempas didinding tebing karang. Dinding karang yang di lewati terbentang ± 20 meter, Selain jaraknya jauh karena harus berjalan melingkar menembus perbukitan diatasnya juga disebabkan tidak adanya jalan sehingga nantinyapun kita harus membuka jalur pula.

Bermain navigasi dipantai ternyata cukup mudah dan menyenangkan, dengan hanya melihat peta kita sudah bisa memperkirakan posisi dan arah perjalan selanjutnya. Beberapa buah pulau yang terlihat dari pantai bisa kita jadikan titik bidikan dan mengambil back azimutnya melalui bantuan protactor.

Perjalanan selanjutnya harus melintasi rimba sebuah perbukitan. Sebuah tebing karang kembali menghadang perjalan, sehingga perjalanan terpaksa dialihkan. Tebing yang menghadang ini berdiri vertical dengan ketinggian mencapai puluhan meter, karena itu untuk menghindarinya meskipun harus meretas jalur baru.

Menjelang tengah hari akan mencapai puncak bukit.Perbukitan ini dikelilingi oleh teluk carocok yang ditumbuhi hutan bakau di sekelilingnya. Pada sisi lain teluk terlihat banyak kapal-kapal ukuran sedang serta perahu nelayan yang sedang bersandar. Lokasi inilah yang dinamakan dengan pelabuhan Carocok (Sumber : Heru Dahnur-Padang Today)

Lubuak Bonta Pesona Alam yang Mengesankan


Berkunjung ke objek wisata pemandian Lubuak Bonta, yang terletak di Korong Tarok Kenagarian Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman mengantarkan kita pada panorama alam yang begitu mengesankan.

Berkunjung ke objek wisata pemandian Lubuak Bonta, yang terletak di Korong Tarok Kenagarian Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam Padang Pariaman mengantarkan kita pada panorama alam yang begitu mengesankan.

Suara gemericik air ditingkahi ikan-ikan kecil yang yang selalu menari dengan riangnya, membuat kita betah berlama lama mengisi waktu, menikmati suasana alam nan asri yang ada di Lubuak Bonta. Keindahan panorama alam pemandian Lubuak Bonta, terasa semakin lengkap dengan kehadiran air terjun mini, dengan geraknya yang begitu gemulai, sekaligus mampu meninggalkan kesan mendalam terhadap pengunjung yang menyaksikannya.

Lambaian air terjun di tempat ini, juga seakan mengundang keinginan setiap pengunjung untuk datang kembali ke pemandian Lubuak Bonta. Untuk sampai di pemandian Lubuak Bonta sebenarnya tidaklah terlalu sulit, jaraknya yang cukup dekat, dari jalan negara Padang Bukittinggi, (berkisar sekitar 5 KM dari jalan negara,red) menjadikan objek wisata pemandian Lubuak Bonta, begitu mudah dijangkau para pengunjung.

Pemandian objek wisata Lubuak Bonta yang bersumber dari mata air pegunungan itu, terdiri dari dua kolam utama. Satu di antaranya terletak di bagian bawah dan satu lainnya berada di bagian atas. Hanya saja belakangan pengunjung biasanya lebih cenderung mandi-mandi di lubuk yang terdapat di bagian atas, karena di samping airnya tidak begitu dalam, di kawasan itu pengunjung juga dapat menikmati mata air dalam ukuran besar dan bergelombang yang langsung muncul dari permukaan tanah.

Meski demikian, lubuk yang ada di bagian bawah juga kerap dikunjungi pengunjung karena di samping airnya cukup dalam juga pemandangan di kawasan lubuak itu, juga begitu menarik untuk dinikmati, terutama dengan airnya yang kebiru-biruan. 'Kalau biasanya dasar lubuk itu tidak terlihat kepermukaan, tapi karena airnya sudah agak dangkal maka kondisinya saat ini menjadi sedikit berbeda,' terang warga setempat, Sudirman.

Terlebih belum lama ini, jalan menuju kawasan tersebut juga baru saja diperbaiki, oleh pemerintah Kabupaten Padangpariaman. Hal ini terasa semakin memanjakan pengunjung, agar semakin cepat tiba di lokasi objek wisata Lubuak Bonta.

Sebagai salah satu objek pemandian yang ada di Padangpariaman, objek wisata Lubuak Bonta memang sudah dikenal sejak lama. Bahkan di era 70-80 an, objek pemandian ini begitu populer di kalangan masyarakat. Tidak hanya masyarakat Padangpariaman, tapi juga masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, atapun masyarakat yang datang dari berbagai provinsi di tanah air.

Saat inipun objek wisata Lubuak Bonta juga masih menjadi primadona utama, para wisatawan yang berkunjung ke Padangpariaman. Baik itu pada saat hari Minggu, atau hari libur lainnya di samping menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, atau dikenal juga dengan musim balimau. Bahkan, sama dengan tahun tahun sebelumnya, saat musim balimau tahun ini objek wisata Lubuak Bonta, juga diprediksi bakal diserbu para pengunjung.

Makanya warga setempat, telah mencoba memprakarsai para pemuda untuk membenahi kawasan objek wisata Lubuak Bonta secara swadaya. Hal itu tentunya tidak terlepas dari keinginan untuk memanjakan pengunjung yang ingin balimau ke tempat ini.

Airnya yang jernih didukung udaranya yang sejuk yang terletak di pinggang Gunuang Tandikek menjadikan objek wisata Lubuak Bonta menjadi salah satu pilihan utama masyarakat, baik sekadar untuk berlibur ataupun bermandi mandi ria dengan teman sebaya, atau anggota keluarga lainnya.

Bahkan, tidak jauh dari kawasan objek wisata Lubuak Bonta tersebut pengunjung juga dapat menjumpai kawasan perbukitan yang pernah dikenal dengan rumah buleknya. Tempatnya yang strategis, membuat pengunjung dapat leluasa menyaksikan panorama alam, bahkan menyaksikan laut lepas sekalipun. Bahkan Bandara Internasional Katapiangpun juga bisa dilihat secara jelas dari kawasan ini.

'Hal itu ikut menjadi pendukung daya tarik pengunjung ke objek wisata Lubuak Bonta. Terutama di era 70-80 an, para pengunjung bahkan rela antri, untuk memasuki kawasan objek wisata Lubuak Bonta,' ungkap Alfikri Mukhlis Musa, tokoh pemuda setempat.

Pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang diprakarsai langsung oleh Bupati Padangpariaman Drs H Muslim Kasim Dt Sinaro Basa, bahkan telah merancang pengembangan objek wisata Lubuak Bonta, menjadi kawasan agrowisata. Di mana saat ini di sekitar kawasan ini telah dikembangkan budidaya buah buahan seperti salak pondok buah naga dan komoditi unggulan lainnya.(Yurisman Malalak - Padang Today)

Seribu Ketakjuban di Puncak Lawang


Semilir angin sejuk berhempus menerpa tubuh saat bergerak menuju Puncak Lawang. Di atas puncak yang berketinggian ± 1.210 m di atas permukaan laut, kita dapat menikmati keindahan kawasan Danau Maninjau dan Samudra Indonesia

Semilir angin sejuk berhempus menerpa tubuh saat bergerak menuju Puncak Lawang. Di atas puncak yang berketinggian ± 1.210 m di atas permukaan laut, kita dapat menikmati keindahan kawasan Danau Maninjau dan Samudra Indonesia. Tak heran, tempat ini sejak zaman penjajahan Belanda sudah menjadi pilihan peristirahatan kaum bangasawan Belanda. Dari Puncak Lawang, kita dapat menikmati pemandangan yang memukau. Birunya langit yang berpadu dengan birunya laut.

Sambil melayang-layang bebas di udara menjelang mendarat di Bayur, tepian Danau Maninjau, dari atas udara itu kita dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya di dunia ini. Namun keindahan lain akan didapatkan ketika dengan tenang dan bertafakur memandangi Danau Maninjau dari puncak saja.

Saat ke Puncak Lawang, sebaiknya kita tidak hanya menikmati alam dan melakukan Paralayang, tetapi kita juga mesti mencobakan gula tebu (saka) khas Lawang. Saka Lawang ini terkenal dengan kemanisannya yang natural. Tidak jarang, wisatawan yang berkunjung menyempatkan diri membungkus beberapa Saka Lawang untuk dibawa pulang. Puncak Lawang terkenal dengan Sakanya lantaran di sana hampir keseluruhan daerah dipenuhi batang Tebu yang sengaja ditanam sebagai mata pencaharian. Dan rasa gulanya sangat enak dibandingkan gula tebu daerah lain. Bagi mereka yang menyukai tantangan dan lintas alam, kita dapat berjalan kaki lereng menuju Danau Maninjau.

Atau dapat pula melintasi hutan lindung menuju Embun Pagi. Suasana dan keindahan Embun Pagi tidak kalah saat memandang keindahan di Puncak Lawang. Jika kita ingin berlama-lama menikmati Danau Maninjau atau ingin menikmati Panorama Embun Pagi, jangan lupa singgah dulu di Pasar Matur, guna membeli Kacang Matur kacang rendang yang gurih untuk menemani perjalanan wisata anda nantinya. Objek wisata Embun Pagi, terletak tidak seberapa jauh dari objek wisata Danau Maninjau dan juga berada pada ketinggian sekitar ± 1.000 M dari permukaan laut. Berada di Embun Pagi memberikan kebebasan pada Anda untuk melayangkan pandangan menikmati keindahan alam sekitarnya. Dari sini, Anda juga bisa menikmati pesona objek wisata Danau Maninjau dari lain sisi. Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia di Maninjau, salah satunya Hotel Maninjau.

Jika kita ingin turun menuju Danau Maninjau dari Embun Pagi, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus umum. Perjalanan ke sana akan mengharuskan kita melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek. Menjelang sampai di bawah, kita akan menjumpai aneka macam souvenir seperti topi dari anyaman pandan, tas kampia, koleksi kalung, gelang dari tulang serta tanaman menjalar buah labu yang berkhasiat obat sekaligus dapat dijadikan penganan. Kawasan ini diberi nama Kelok Ampek Puluah Ampek, dalam bahasa Indonesianya tikungan 44, karena memang menjelang kita sampai di Danau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah.

Begitu anda sampai di bawah, maka anda akan disambut sebuah simpang tiga. Bila belok ke kiri, maka anda bisa pergi berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, tepatnya di Kampung Muaro Pauh. Di sebuah rumah sederhana 1908 atau 1325 Hijriah disitulah Hamka dilahirkan. Sekarang bangunan bersejarah itu telah ditempatkan sebagai museum rumah kelahiran Buya Hamka. Bila belok ke kanan, anda bisa menuju Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam. Perjalanan menuju Puncak Lawang salah satu perjalanan wisata yang mesti kita lakukan, karena tidak hanya satu sensasi objek wisata, tetapi sensasi lainnya juga akan tercipta. Pastikan Anda ikut melakukan perjalanan ini. (mahardikawati- padang today)

Lubuk Minturun Tempat Mandi Meener dan None Belanda


Berwisata ke pemandian alam memang menjadi pilihan banyak warga Kota Padang dan sekitarnya. Barangkali konotasi tempat pemandian sembari menikmati keindahan alam sungguh mengasyikkan. Tak sulit mencari tempat pemandian alam di wilayah Sumbar. Khusus Kota Padang, ada tiga tempat wisata pemandian alam, yakni Lubukparaku, Lubukminturun atau Sarasah Sikayan Balumuik

Berwisata ke pemandian alam memang menjadi pilihan banyak warga KotPadang dan sekitarnya. Barangkali konotasi tempat pemandian sembari menikmati keindahan alam sungguh mengasyikkan. Tak sulit mencari tempat pemandian alam di wilayah Sumbar. Khusus Kota Padang, ada tiga tempat wisata pemandian alam, yakni Lubukparaku, Lubukminturun atau Sarasah Sikayan Balumuik. Jaraknya, dari pusat kota Padang tak jauh, berkisar antara 10 sampai 20 kilometer. Tidak jauh kan?

Khusus untuk Lubukminturun, nama ini telah akrab ditelinga pencinta pemandian alam. Bahkan dari monumen yang ada di lokasi, tempat pemandian ini telah digunakan sejak tahun 1883. Ciri khas dari tempat pemandian ini adalah gemercik kesegaran yang tersuguh berdampingan dengan lori, transportasi kereta gantung peninggalan Belanda. Tak salah rasanya, menjelang puasa objek ini jadi pilihan.

Kesegaran, itulah ungkapan yang pantas untuk menggambarkan aliran air jernih dan bening ini. Kesegaran dan keindahan panorama “menghanyutkan” pencintanya. Aliran dari air terjun dari tebing-tebing ini tak pernah berhenti mengisi aliran tempat pemandian ini. Bahkan, ketika musim kemarau pun. Airnya yang tenang dan jernih akan membuat kita berlama-lama di sini. Bahkan sampai pucat karena kedinginan pun tidak akan terasa. Tapi jangan sampai tenggelam lho.

Pemandian Lubuk Minurun ini berada sekitar 10 kilometer utara Kota Padang. Perjalanan menuju ke obyek itu dapat ditempuh dengan mobil atau motor. Kalau memakai angkutan umum, anda dapat memanfaatkan angkutan kota jurusan Tabing-Lubuk Minturun atau by pass Lubeg menuju batas kota dan turun di simpang Lubukminturun. Selanjutnya anda dapat naik ojek dengan ongkos sesuai kepandaian anda menawar.

Untuk angkutan umum tadi cukup dengan ongkos Rp3 ribu saja. Kiri kanan jalan menuju lokasi suguhan bunga-bunga indah akan menemani anda. Pemandangan tersebut adalah bagian dari jualan masyarakat sekitar mulai dari, bunga-bunga sampai bibit buah. Menjelang selesai pemandangan tersebut, kawasan sejuk pemandian telah menanti anda. Selagi menikmati gemercik air anda akan menyaksikan ribuan ikan larangan seukuran telunjuk orang dewasa. Di sekitar pemandian, bagi yang ingin camping, juga tersedia area untuk camping dan hiking tentunya.

Untuk masuk, setiap pengunjung dikenai pungutan retribusi sebanyak Rp3 ribu untuk anak-anak dan Rp5 ribu untuk orang dewasa. Kalau menggunakan motor atau mobil pribadi pun anda tak usah ragu, karena jalanan dan kawasan parkir yang tersedia cukuip representatif. Jangan lupa untuk mengunci, kendaraan anda dan jangan tinggalkan barang berharga yang memancing pihak tidak bertanggungjawab untuk melakukan aksinya.

Tempat pemandian hasil bentukan alam yang berada di aliran batang Kandis ini telah dinikmati sejak zaman meneer dan none Belanda. Sebuah prasasti dari semen terpasang di tepi pemandian Lubukminturun yang terletak Kecamatan Koto Tangah. Di dalam prasasti itu terdapat tulisan termakan usia dan lumut. Jika diperhatikan tulisan yang terdiri atas tiga baris, terlihat ukiran tulisan latin ‘Diboeka 8-4-1883’, pada baris pertama, ‘oleh’ pada baris kedua, baris ketiga 'penghoeloe...' dan barisan keempat 'Achin..........'.
Prasasti sederhana ini mungkin sering luput dari pengunjung-pengunjung sebelumnya. Dari pengakuan masyarakat sekitar, memang benar kalau tempat ini telah digunakan oleh orang-orang Belanda yang pernah menikmati dan mengeksplorasi bangsa ini. Air jernih, tapi tidak deras. Bagi yang datang dengan keluarga, sebaiknya perhatikan tempat dimana anak-anak anda berenang atau berendam. Ada kalanya mereka larut dengan kesejukan aliran air, hingga lupa telah berada di zona pemandian yang dalam. Bukannya menakut-nakuti, tapi dimana pun kita berwisata waspada tidak boleh dilupakan.

Bagi mereka sering mengikuti balimau (tradisi masyarakat jelang masuk Ramadhan) pemandian ini adalah pilihan. Makanya tak usah heran jika pada hari libur lokasi ini menjadi pilihan liburan, baik keluarga atau pun anda yang senang dengan wisata petualangan.

Tentunya setelah puas mandi-mandi, perut akan keroncongan. Di sekitar lokasi pemandian memang tidak ada tempat makan yang representatif. Kalaupun ada, hanya mie rebus atau makan instan lainnya. Namun, tak jauh dari lokasi pemandian, di mana pemandangan Lubukminturun akan terlihat jelas, terdapat satu hingga tiga rumah makan yang buka pada hari-hari tertentu, khususnya pada hari libur dimana kunjungan ke tempat pemandian tersebut ramai.

Kalau ingin kepastian, bukan ide buruk kalau anda menyiapkan bekal dari rumah. Nasi panas berbungkus daun pisang yang anda bawa dari rumah dilengkapi samba lado dan ikan asin tentunya sangat nikmat untuk disantap setelah menggigil kedinginan usai menikmati kesegaran Lubukminturun. Hemmn…Apalagi kalau datang dengan keluarga. Nasi yang disimpan dalam termos, siap untuk disantap habis.

Jangan heran, kalau di rumah anak-anak sulit untuk menghabiskan santapannya, di sini setelah puas mandi-mandi mereka akan minta tambah. Lengkap kan. Ditemani keluarga, atau orang-orang tersayang anda menikmati sejuknya pemandian dan santapan hebat dengan suasana hangat di tengah kesejukan alam Lubukminturun. Orang Belanda aja mengakui tempat ini memang hebat. (Sumber : Padang Today)