Senin, 15 November 2010

Demonstration Effect Dalam Mudik Lebaran Perantau Tanah Datar


Demonstration Effect Dalam Mudik Lebaran Perantau Tanah Datar
Oleh : Zul Amri, SE
A.      Pendahuluan
Banyak yang berubah di negeri ini, namun ada satu hal yang tak pernah berubah, yaitu tradisi mudik Lebaran. Hidup kaum urban di seluruh penjuru Tanah Air terasa belum lengkap jika Lebaran tidak menyempatkan diri mudik ke kampung halaman.   Membawa oleh-oleh, memakai pakaian bagus, dan tentu cerita tentang betapa menariknya kota besar. Saat itulah kita menyaksikan atau turut terlibat dalam arus mudik yang luar biasa. Kita menyaksikan melonjaknya permintaan akan angkutan umum yang tajam, melonjaknya permintaan kebutuhan sandang, dan pangan yang juga tajam. Itu sebabnya, menjelang Lebaran harga-harga cenderung mengalami kenaikan. "Harganya lain, kan Lebaran," begitu biasanya jawaban yang lazim kita dengar. "Kan Lebaran" menjadi penanda, yang membedakan hari "Lebaran" dengan hari lainnya. Tentu Lebaran berbeda dengan hari-hari lainnya. Mereka merayakan "Hari Kemenangan" bersama keluarga dan seluruh sanak saudara setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa tidak ketinggalan pula bagi perantau minang yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar. Sehingga tidaklah heran apabila lebaran datang akan banyak sekali kita lihat mobil berseliweran di Kota Batusangkar dengan plat nomor dari luar Sumatera Barat. Biasanya perantau dari Tanah Datar banyak yang berdomisili di Pulau Jawa seperti: Jakarta,Tangerah, Bekasi, Depok dan sebagainya.
B.     Demontrasion Effect dalam Mudik Lebaran
Lebaran berbeda dengan hari-hari lainnya, seperti ada sebuah kecenderungan untuk merayakan hari kemenangan. Bukan hanya dalam artian religius, tetapi juga dalam artian material. Itu sebabnya, kita kemudian melihat sebuah pergerakan ekonomi yang-walau nilainya mungkin tak luar biasa besar-perputarannya amat signifikan. Tengok saja, bagaimana pada bulan Lebaran terjadi, uang primer biasanya mengalami peningkatan secara tajam. Ini umumnya lebih diakibatkan oleh meningkatnya bagian uang yang dipegang oleh masyarakat. Artinya, di sini suplai uang pun tak sepenuhnya bisa di kendalikan oleh Bank Indonesia, karena ada bagian yang lebih ditentukan oleh permintaan uang masyarakat. Indikator sederhana ini menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi bergerak.
Di sisi lain, tentunya kita juga melihat harga meningkat karena kecenderungan meningkatnya permintaan, selain tentu saja harga meningkat juga karena " kebiasaan Lebaran". Syukurlah di tahun ini, walau kenaikan harga terjadi dan begitu juga kenaikan arus mudik dan sarana transportasi, sejauh ini kita tidak menemukan kasus-kasus yang luar biasa.
Fenomena mudik yang telah berlangsung puluhan tahun ini juga menunjukkan bahwa hubungan emosional masyarakat dengan tempat kelahiran masih sangat kuat, tidak pernah terkikis oleh perjalanan waktu. Di negara maju, seperti Amerika Serikat juga terdapat tradisi semacam mudik seperti yang dilakukan masyarakat Indonesia dan dikenal dengan istilah home-coming. Namun home-coming ini tidak didasari oleh hubungan emosional yang kuat masyarakat di sana, namun semata oleh faktor kangen. Bentuknya tidak harus ke tanah kelahiran, tetapi dapat berupa acara reuni sekolah. Hubungan emosional mereka tidak sekuat hubungan masyarakat Indonesia dalam tradisi mudik, karena masyarakat AS mempunyai mobilitas yang sangat tinggi dan cepat.
Fenomena mudik masyarakat Indonesia, utamanya masyarakat Tanah Datar, juga dilatarbelakangi oleh kecenderungan inward-looking yang sangat kuat. Sudah menjadi ciri masyarakat Minang, kecenderungan menengok ke belakang, memandang masa lampau, dan menatap ke dalam sangat kuat sehingga menimbulkan peningkatan aktivitas ekonomi akibat pengeluaran. Di satu sisi tentu tak ada yang salah dengan fenomena peningkatan aktivitas ekonomi akibat pengeluaran ini. Bukankah memang dalam beberapa tahun terakhir ekonomi tumbuh karena digerakkan oleh konsumsi. Jika memang benar begitu, bukankah ini pertanda baik? Jawabnya bisa jadi ya dan tidak. Ya, dalam arti ia menambah aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. Ia tentunya berkontribusi pada aktivitas ekonomi. Namun, ia mungkin juga mencerminkan pemborosan yang terjadi. Bisa dibayangkan, betapa banyak potensial tabungan yang hilang oleh aktivitas mudik ini. Bagi mereka yang berpendapatan tinggi, tentu bagian yang dibelanjakan hanya merupakan porsi kecil dalam total pengeluarannya. Namun, bagi mereka yang pendapatannya berada dalam garis subsisten atau pas- pasan, mudik berarti melepas tabungan.
Dia bekerja dan hanya punya perhatian untuk hari ini, karena kemiskinannya, ia tidak mempedulikan masa datang. Hanya kadang-kadang untuk pengobat hati rindu ia mengenang kejayaan masa lampau yang didengarnya dari dongeng orang tua dulu. Dipandang dari dimensi sosial yang lain, fenomena mudik juga menjadi indikator ketergantungan desa pada kota. Status sosial menengah ke bawah di desa tidak mungkin dapat menaiki tangga sosial langsung ke lapisan elite lokal. Mengadu nasib ke kota merupakan salah satu jalan yang ditempuh agar mobilitas sosial dapat melalui "jalan tol" untuk naik tangga sosial.
Boleh jadi di kota seseorang menempati strata sosial dari kelas bawah atau strata tengah. Ketika pulang ke desa, posisinya langsung masuk strata atas. Kita sering melihat banyak kaum urban yang sukses, misalnya menjadi juragan rumah makan, juragan Toko Kelontong dan lainnya yang banyak menjamur di berbagai kota.Seperti biasanya, kisah sukses harus dipamerkan ke komunitas asal. Mudik Lebaran adalah momentum paling tepat untuk maksud itu. Jadi merayakan kemenangan di hari Lebaran bukan hanya dalam arti religius, namun juga dalam segi material. Bagi yang belum sukses biasanya memilih untuk tidak mudik sampai ada identitas ekonomi atau status sosial yang bisa dipamerkan. Menjelang dan saat Lebaran terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang cukup siginifikan, dengan konsumsi sebagai lokomotif penggerak. Uang primer mengalami peningkatan yang sangat tajam karena meningkatnya uang yang dipegang masyarakat yang mudik. fenomena seperti yang penulis uraikan di atas memiliki nilai plus maupun minus. Nilai plusnya, fenomena seperti itu menambah aktivitas ekonomi dalam jangka pendek yang mempunyai kontribusi pada aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Namun, kondisi pengeluaran uang yang berlebihan seperti itu bisa juga ditafsirkan sebagai tindakan pemborosan.
Bayangkan, mereka bekerja membanting tulang dan menabung selama berbulan-bulan. Namun hasil kerja keras tersebut dihambur-hamburkan dalam waktu relatif singkat demi memanjakan pola hidup konsumtif dan hedonis, serta menjurus pada demonstration effect. Bagi golongan berpendapatan tinggi, mungkin porsi yang mereka keluarkan hanya sebagian kecil dari pendapatan mereka. Tetapi bagi yang hidupnya subsisten, pengeluaran tersebut pasti merupakan bagian yang cukup besar dari pendapatan mereka. Memang, hidup tidak selamanya dapat dijelaskan oleh rasionalitas ekonomi. Hubungan emosional seringkali memiliki alasan yang lebih kuat, sehingga mengalahkan rasionalisme ekonomi. Mungkinkah beban hidup yang akhir-akhir ini makin berat menghimpit masyarakat kita mampu menyurutkan fenomena mudik dengan segala dinamikanya.

Rabu, 10 November 2010

CBR 250R Sentuhan Mugen dan Honda

Saat peluncuran Honda CBR 250R di Centera Grand, Rabu (27/10/2010), Honda Motor Co (HMC) memajang lebih dari lima unit dan satu berupa mesin berikut knalpot yang tampak jeroannya. Dari kelima sepeda motor sport itu, tiga di antaranya telah mendapat sentuhan atau dimodifikasi ringan.
Yang menarik, salah satunya karya Mugen yang selama ini lebih identik dengan modifikasi roda empat milik Honda. Dari pengamanatan Kompas.com, perubahan hanya pada bodi, sedangkan untuk mesinnya tidak didapat data konkret lantaran pihak HMC tak memberi informasi.
Sentuhan yang dilakukan Mugen tampak pada model knlapot yang bisa mendongkrak tenaga. Untuk mempertegas sebagai sepeda motor sport, bibir pelek berkelir hitam dikasih merah bertuliskan Mugen.
Pada bodi, fairing dikasih motif angin yang tarikan merahnya segaris dengan sepatbor depan dan menyambung dengan sadel yang dibungkus kulit merah. Terakhir, pijakan kaki buat pengendara diganti yang lebih sporty serta bagian atas tangki dikasih warna keemasan.
Sementara CBR 250R satunya lagi hasil garapan Honda sendiri (original equipment performance Honda). Sentuhan yang dilakukan sifatnya lebih pada penampilan.
Seperti pelindung knalpot, model standar diganti dengan bahan serat karbon. Pijakan kaki standar pengendara sudah bergaya balap. Lalu, penutup mesin sebelah kiri dan kanan dikasih pelindung, grip gas disesuaikan dengan warna tangki dan fairing yang merah, termasuk juga tutup rumah minyak rem.
Untuk bagian depan, hanya sepatbor yang diganti dengan bahan serat karbon. Desain pegangan kedua spion juga diubah.

Lorenzo Perkasa, Rossi Masih Adaptasi




Kemarin dan hari ini, para pebalap MotoGP melakukan uji coba dengan tunggangan barunya di Sirkuit Valencia untuk musim kompetisi 2011. Ada Rossi dengan Ducati Desmosedici, Casey Stoner membesut Honda RC212V, dan juara dunia 2010 Jorge Lorenzo menunggang Yamaha YZR M1, plus para pebalap dari tim satelit.

Pada hari pertama kemarin, Lorenzo yang mengitari Sirkuit Ricardo Tormo sebanyak 38 lap. Pebalap asal Spanyol itu menjadi yang tercepat dengan waktu terbaiknya 1 menit 32,012 detik. "Kami mencoba sasis baru M1 untuk 2011 dan saya merasakan sangat baik, meski sebenarnya terlalu dini untuk mengatakannya," jelas Lorenzo.

Kejutan dilakukan Ben Spies. Mantan tim satelit Yamaha yang kini mengisi posisi Rossi itu hanya terpaut 0,866 detik di belakang rekan setimnya tersebut. "Untuk hari pertama tes, saya senang luar biasa dengan tim. Banyak hal baru, termasuk membesut motor pabrikan," ungkap pebalap asal Amerika itu.

Bagaimana Valentino Rossi dengan Ducati? "The Doctor" tampak masih melakukan penyesuaian dengan tunggangannya. Setelah melahap trek 46 lap, dirinya hanya mampu menempatkan diri tercepat di urutan kedelapan.

Meski belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, penampilannya menjadi perhatian wartawan. Apalagi Ducati yang dikebut masih berwarna hitam dengan nomor start 46.

1. Jorge Lorenzo Yamaha Factory Racing 1:32.012 38
2. Ben Spies Yamaha Factory Racing 1:32.878 + 0.866 42
3. Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 1:33.190 + 1.178 35
4. Casey Stoner HRC 1:33.261 + 1.249 27
5. Dani Pedrosa Repsol Honda Team 1:33.336 + 1.324 26
6. Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 1:33.513 + 1.501 49
7. Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 1:33.578 + 1.566 39
8. Valentino Rossi Ducati Team 1:33.882 + 1.870 46
9. Alvaro Bautista Rizla Suzuki MotoGP 1:33.921 + 1.909 39
10. Nicky Hayden Ducati Team 1:33.998 + 1.986 35
11. Hector Barbera Paginas Amarillas Aspar 1:34.110 + 2.098 54
12. Randy De Puniet Pramac Racing Team 1:34.142 + 2.130 45
13. Hiroshi Aoyama San Carlo Honda Gresini 1:34.181 + 2.169 49
14. Loris Capirossi Pramac Racing Team 1:34.631 + 2.619 53
15. Cal Crutchlow Monster Yamaha Tech 3 1:34.924 + 2.912 40
16. Toni Elias LCR Honda MotoGP 1:35.808 + 3.796 45
17. Karel Abraham Cardion AB Motoracing 1:37.434 + 5.422 30

Minggu, 07 November 2010

PENGARUH BUDAYA MATRILINEAL TERHADAP TATANAN KEHIDUPAN MASYARAKAT TANAH DATAR


‘” PENGARUH BUDAYA MATRILINEAL TERHADAP TATANAN KEHIDUPAN MASYARAKAT TANAH DATAR “
Oleh : Zul Amri, SE
A.   Pendahuluan
Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu kabupaten yang berada dalam provinsi Sumatera Barat, dengan ibu kota Batusangkar,. Dan merupakan pusat dari peradaban minangkabau yang mempunyai tatanan kehidupan masyarakat yang masih teguh memegang adapt istiadat minangkabau.   Masyarakat Tanah Datar menselaraskan dasar agama Islam kedalam konsep dasar adatnya dengan menjadikan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah seperti konsep adat masyarakat Minangkabau yang dikenal sekarang. Konsep ini mengandung pengertian bahwa orang yang tidak mematuhi hukum norma-norma adat atau yang disebut oleh orang Minang orang yang tak beradat, dan sekaligus termasuk dalam kategori orang yang tidak beragama dalam masyarakat Minang .
Budaya minangkabau sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Tanah Datar. Wujud budaya tersebut berupa sistem kekeluargaan dan kekerabatan, dimana masyarakat Minangkabau menganut sistem kekeluargaan berdasarkan garisketurunan dari ibu (matrilineal)., Masyarakat Tanah Datar sangat menonjol dalam hal asas kegotong royongannya. Hampir semua hal dalam kehidupannya selalu di lakukan dengan bergotong royong, baik dalam usaha agraris, karya seni dan kerajinan, membangunan rumah (rumah adat) dan permukimannya. Hal ini dapat dilihat bagaimana masyarakat Tanah Datar yang berada di perantauan, mereka akan menerapkan kebiasaan (budaya) ”saling mengangkat” dalam arti orang yang telah lama tinggal dan secara ekonomi mulai mapan, mereka bersedia menampung dan membiayai keluarga yang datang merantau untuk mencari kehidupan baru yang lebih baik. Atau mereka akan berusaha mengajak keluarga mereka dari kampung halamannya agar dapat mengikuti jejak mereka dalam berbagai usaha dengan bantuan biaya mereka sampai keluarga yang baru datang tersebut dapat hidup mandiri.
Falsafah adat Minangkabau segalanya bersumberkan pada alam, Alam Takambang Jadi Guru. Alam beserta hukum dan fenomenanya juga gejala-gejala yang ada dibaliknya dipedomani dan dipahami dalam memaknai arti hidup dan kehidupan. Alam selalu berubah berevolusi menuju kepada kesempurnaan dengan tetap berdasarkan pada hukum , begitu juga harusnya individu berorientasi pada kesempurnaan dengan mengembangkan kreatifitas. Orang Minang berpandangan bahwa hidup pada hakikatnya baik, karena itu tujuan hidup adalah berbuat kebaikan atau jasa,(hiduik bajaso, mati bapusako), mereka ibaratkan gajah mati maninggakan gadiang, harimau mati maninggkan baling, manusia mati maninggakan namo .Pepatah itu mengisyaratkan bahwa hidup adalah menghasilkan, setiap orang harus bekerja dan produktif sewaktu ia hidup sehingga dapat meninggalkan sesuatu apabila telah meninggal.
Sebagai individu orang Minang sangat egaliter, hal itu dinyatakan dalam ungkapan duduk samo randah tagak samo tinggi. Ungkapan ini membuka kesempatan kepada setiap individu untuk mencari yang terbaik, karena setiap orang itu pada prinsipnya menpunyai hak yang sama dalam berinisiatif dan memutuskan sesuatu. Keinginan untuk sama dengan orang lain selalu digambarkan dengan baa dek urang baitu dek awak indak , sebagaimana orang lain dapat berhasil begitu juga kita sebagai pribadi. Motivasi untuk berprestasi dan meraih kedudukan yang sama dengan orang lain adalah faktor yang akan menentukan nilai dan harga diri seorang Minang.
Pembentukan karakteristik individu Masyarakat Tanah Datar selain didasarkan pada sistem nilai budaya yang ada, juga dapat dipengaruhi oleh sistem sosiolkultural yang berkembang dalam masyarakat. Adat matrilinial salah satu contoh hal yang juga berperan dalam pembentukan kepribadian terutama individu laki-laki Tanah Datar. Unsur materialisme dalam budaya matrilinial,mempengaruhi Masyarakat Tanah Datar untuk selalu aktif dan berfikir realis.

B.   Budaya Matrilinial
Matrilinial adalah merupakan suatu sistem kekeluargaan yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan Minangkabau, ia merupakan salah satu unsur identitas dari kebudayaan Minangkabau itu sendiri dan sekaligus menjadi sebuah karakteristik yang membedakannya diantara beberapa kebudayaan lain khusus yang ada di nusantara. Kalau dilihat secara etymology atau berdasarkan bahasa, dalam bahasa Inggris kata matrilinial berasal dari suku kata matronly yaitu kata sifat berorientasi figure yang berarti keibuan, yang lainnya adalah kata matrimony yang berarti sebuah ikatan perkawinan. Pada tingkatan susunan kata yang lebih sempurna matriarchy dan matriarch yaitu artinya pucuk pimpinan di tangan wanita atau ibu, peribuan atau ibu pemimpin keluarga atau wanita pemimpin suku.
Khusus pengertian matriarch yang dimaksud dalam sistem budaya Minangkabau adalah ibu atau wanita sebagai dasar dari garis keturunan pada sebuah keluarga atau rumah tangga bukan sebagai pemimpin keluarga atau pun suku, karena tidak ada dalam sejarah peradaban Minangkabau perempuan yang menjadi penghulu dari sebuah suku. Intinya secara sistem atministrasi, dan struktur sosial tetap di pimpin oleh laki-laki. Lain halnya dengan sistem yang berlaku dalam hubungan kekeluargaan, dalam sistem kekeluargaan Rumah Gadang para wanita mulai dari seorang nenek dan para ibu diberi kekuasan yang besar dalam mengurus keluarga dan hak milik serta pengelolaan terhadap harta keluarga. Jadi pengertian matrilinial yang tepat secara terminology dalam masyarakat Minangkabau adalah suatu sistem kekerabatan yang berdasarkan garis keturunan ibu. Sistem matrilinial mengatur garis keturunan seseorang berdasarkan garis keluarga ibu, dan seorang anak yang lahir akan masuk dalam susunan keluarga ibunya dan bukan keluarga ayahnya. Seorang ayah berada di luar keluarga anak dan istrinya, sama halnya dengan seorang anak dari seorang laki-laki akan termasuk lain dari ayahnya. Oleh karena itu dalam sistem kekeluargaan Minangkabau kedudukan keluarga batih atau keluarga inti menjadi kabur, dalam artian keluarga batih tidak merupakan kesatuan yang mutlak, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga batih atau keluarga intilah yang memegang peranan penting dalam hal pendidikan dan masa depan anak-anak mereka. Beberapa sumber memaparkan ciri dan karakteristik dalam sistem matrilinial diantaranya :
1)    Keturunan dan pembentukan kumpulan suku atau marga diperhitungkan menurut garis keturunan ibu.
2)    Perkawinan bersifat matrilokal.
3)    Anggota kelompok kerabat merasa bersaudara kandung, senasib, sehina, dan semalu.
4)    Kekuasaan hakiki ada pada nenek dan ibu, sedang kekuasaan teknis ada pada mamak ( saudara laki-laki dari ibu ) dalam kaum.
5)    Pola tempat tinggal bercorak dwilokal dan matrilokal.
6)    Kesatuan keluarga terkecil adalah saparuik yang bersifat geneologis, dimana aturan keturunan dalam jaringan masyarakat yang menarik keturunan sepihak apak ikut ibu (matrilinial) atau ikut keluarga ayah (patrilinial).
7)    Harta pusaka tinggi turun dari mamak (saudara laki-laki dari ibu) kepada kemenakan (anak dari saudara perempuan kandung).
Secara umum Teori Matrilinial adalah suatu bentuk organisasi sosial sebagai facilittaing the peripherality atau pembatasan pada aktivitas bagi laki-laki, namun memberikan posisi yang positif pada wanita dalam hubungannya dengan persoalan interdetermination functionalist.

C.   Konsep Masyarakat dalam Sistem Matrilinial Dilihat dari Peran dan Kedudukannya dalam kehidupan di dalam masyarakat.
Dalam sistem matrilinial Minangkabau terdapat hal yang dilematis dalam diri laki-laki Minangkabau, baik secara fungsi atau tanggung jawab maupun secara hak dan kedudukannya. Kedudukan dan fungsi laki-laki Minang dalam orientasi tanggung jawab sosialnya lebih besar pada keluarga ibunya dari pada anak dan istrinya. Adanya ketidak seimbangan antara kewajibannya sebagai mamak dengan kewajibannya sebagai ayah. Laki-laki Minang yang sudah menikah menurut hukum adat mempunyai fungsi dan peran ganda, yaitu; fungsi pertama sebagai seorang mamak berperan terhadap suku dan kaumnya, dan fungsi kedua sebagai seorang sumando yaitu seorang ayah dalam ikatan keluarga inti, yang berperan terhadap istri dan anaknya. Sebagai seorang ayah dalam sistem tradisi Minangkabau ia
Sistem matrilinial pada sisi lain meletakkan laki-laki Minang sebagai mamak, dimana tuntutan suku dan sistem adapt mewajibkan laki-laki bertanggung jawab terhadap kaum dan suku ibu sekaligus merupakan sukunya. Dalam kaum atau sukunya ia diberikan tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan harta pusaka, kalau dapat ia harus memperluasnya untuk kesejahteraan anak-keponakannya. Ia akan tercela oleh adat kalau ia tidak dapat menjaga atau bahkan mengahabiskan harta pusaka yang telah ada. Pada adat tradisi Minang kuno seorang laki-laki Minang dituntut untuk bertanggung jawab pada keluarga ibu dan kaum kerabatnya yang sesuku dan sekampung, namun setelah Islam masuk ia juga dituntut untuk bertanggung jawab pada istri dan anak-anak serta seluruh keturunannya. Seluruh tanggung jawab yang dibebankan pada laki-laki Minangkabau tertuang pada pantun sebagai ajaran dari falsafah pantun adatnya yang berbunyi :
Kaluak paku, kacang balimbiang
Tampuruang lenggang lenggokan.
Anak dipangku, kamanankan dibimbiang
Urang kampuang dipatenggangkan
Pantun di atas mengisyaratkan bahwa laki-laki Minang itu bertanggung jawab pada keluarganya yaitu pada anak dari tanggung jawabnya pada keluarga dengan istrinya, juga keponakan (anak dari saudara perempuan) sebagai wakil dari tanggung jawabnya pada keluarga ibunya. Selain itu ia juga dibebani tanggung jawab sosial terhadap orang kampung dan kaum sukunya. Budaya matrilinial dalam masyarakat Minangkabau adalah suatu bentuk sistem sosial kekerabatan yang pada dasarnya teribentuk untuk tujuan kemaslahatan dan kesejahteraan komunitas masyarakat Minangkabau itu sendiri. Sebagai suatu sistem norma, tentunya tidak semua dari komunitasnya memiliki persepsi yang sama terhadap sistem tersebut. Walaupun begitu secara umum sistem nilai budaya matrilinial adalah bersifat normatif yang secara prinsip berorientasi pada sesuatu yang positif. Prisip dasar nilai normatif dari sistem matrilinial adalah adalah berorientasikan pada beberapa aspek diantaranya :
1.    Nilai budaya matrilinial menginginkan anak laki-laki untuk lebih mandiri, baik dalam bentuk financial maupun dalam bentuk personality.
2.    Nilai tanggung jawab kaum laki-laki terhadap keluarganya.
3.    Nilai perlindungan terhadap kaum perempuan, baik perlindungan dalam bentuk moral maupun dalam bentuk material.
Sebagai individu, laki-laki Minangkabau baru dianggap sukses dalam masyarakat apa bila ia alah jadi urang; atau sudah jadi orang; yaitu suatu penilaian terhadap tingkatan keberhasilan seseorang dalam hidupnya baik secara materi maupun secara moril. Menjadi orang adalah individu yang sempurna sebagai manusia mereka dikategorikan kepada; Urang kebilangan yaitu orang yang ternama atau terkenal diantaranya urang dituokan, yang dituakan secara professional dan fungsional, urang pandai yang berilmu, urang bagak, (pemberani), urang kayo (kaya). Falsafah materialisme Minangkabau mendorong remaja laki-laki agar kuat mencari harta kekayaan guna memperkokoh dan meningkatkan martabat keluarga atau kaum kerabat agar setara dengan orang lain, semua itu tertuang dalam ajaran pantun:
Apo gunonyo kabau batali
Usah dipaluik di pamatang
Pauikan sajo di tangah padang
Apo gunonyo badan mancari
Iyo pamaga sawah jo ladang
Nak membela sanak kanduang

D.   Penutup
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa budaya Minangkabau sangat mempengaruhi terhadap tatanan dan pertumbuhan masyarakat Tanah Datar, Budaya minang sangat mempengaruhi terhadap tatanan kehidupan dan perekonomian masyarakat, dengan aturan-aturan yang ada di adat Minangkabau telah membuat masyarakat Tanah Datar sebagai seorang yang gigih dan ulet di dalam berusaha untuk mencapai kehidupannya, Tidak saja untuk memajukan keluarga, kaum bahkan untuk memajukan masyarakat di sekitarnya.
(Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan, Program Studi Perencanaan Pembangunan,Program Pasca Parjana Universitas Andalas Padang )

Selasa, 10 Agustus 2010

AHM Meluncurkan Honda New MegaPro Dengan Mesin dan Desain Baru 


PT Astra Honda Motor kembali merilis sebuah sepeda motor baru untuk memperkuat penetrasinya di pasar motor nasional. Kali ini perusahaan meluncurkan model sport terbaru New MegaPro dengan perubahan total yang signifikan, yaitu: desain baru, mesin baru & rangka baru, serta fitur-fitur baru yang canggih.

New MegaPro mengusung desain baru berkonsep street fighter dengan karakter yang berotot, padat (massive), aerodinamis & modern. Desain bodynya tampil lebih gagah dan sporti.

Disain baru lampu depan New MegaPro kini dilengkapi cowl, clear lens, multirelfector & visor yang modern serta garis desain yang menyatu dengan lampu depan (balance), sehingga membuatnya terlihat lebih gagah, kompak, modern, dan memberi kesan layaknya sebuah motor besar dengan garis bodi yang aerodinamis.

Posisi stang pun didesain lebih ergonomis sehingga membuat motor ini nyaman dikendarai (tidak mudah lelah/ pegal), baik jarak jauh maupun jarak dekat.

Panel meter New MegaPro mengkombinasikan sistem analog tachometer & digital speedometer (dilengkapi jam digital) yang membuatnya lebih lengkap, akurat, informatif dan mudah dilihat. Desain panel meterpun terlihat lebih dinamis, kompak, bergaya & modern.

Tanki Bensin desain baru bergaya hi-mount tank yang tampil lebih gagah & berotot serta bentuk garis yang menyatu dengan advanced shroud. Tempat Duduk Ganda (Double Seat) model hip up menawarkan kenyamanan baik untuk pengendara maupun pembonceng.

 Manajemen AHM memperkenalkan Honda Mega Pro dihadapan wartawan pada peluncuran pertamanya di SICC, Sentul.

Motor sport terbaru Honda ini mengaplikasikan fitur Adjustable Monoshock berperforma tinggi dengan sistem dua pegas (atas dan bawah), dimana pegas bagian bawah dapat disetel (keras atau lembut) sesuai kebutuhan atau selera pemakai. Kehadiran fitur monoshock ini menambah tampilan lebih sporti pada New MegaPro serta menjanjikan sensasi berkendara sebuah motor sport.

Dari sisi mesin, New MegaPro dibekali dengan mesin baru XRP Engine (X-tra Responsive Performance Engine) 150cc, 4 tak, SOHC, 5 percepatan, yang bertenaga untuk berkendara di perkotaan, hemat bahan bakar & ramah lingkungan. Mesin baru ini telah menggunakan Low Friction Parts seperti: Piston Bertekstur (Rough Surface Piston), Roller Rocker Arm & Crankshaft Bearing yang berfungsi mengurangi gesekan sehingga membuat mesin menjadi lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar.

Selain itu juga dibekali CECS (Crankcase Emission Control System) yang mengatur gas buang dari crankcase sehingga mencegah pelepasan emisi ke udara serta SASS (Secondary Air Supply System) Euro 2 yang memberikan suplay udara bersih (O2) yang akan mengurangi emisi dengan membakar gas-gas sisa pembakaran di exhaust.

Mesin baru New MegaPro juga dilengkapi dengan Throttle Position Sensor + CDI with 12 Ignition Mapping, yang dapat meningkatkan ketepatan respon mesin terhadap putaran throttle dan membuat pembakaran lebih sempurna, sehingga tenaga dan konsumsi bahan bakarnya akan lebih optimal, terutama untuk kondisi stop and go dalam kepadatan lalu lintas.

Presiden Direktur PT AHM Yusuke Hori mengatakan kehadiran New MegaPro ini akan semakin melengkapi pilihan masyarakat Indonesia yang ingin memiliki motor Honda. “Kami berharap New MegaPro dengan desain dan mesin baru akan diterima dengan baik oleh pecinta sepeda motor sport di Indonesia,” ujarnya.

Executive Vice President Directror PT AHM Johannes Loman menambahkan dengan mesin dan desain baru, New Megapro akan semakin memperkuat penetrasi Honda di pasar motor domestik, di segmen motor sport yang kini banyak dilirik oleh pabrikan lain.

“Peluncuran New MegaPro dengan desain dan mesin baru ini menunjukkan komitmen Honda untuk memenuhi keinginan konsumen di setiap segmen, baik bebek, skutik, atau pun sport. Kami optimis Honda akan selalu menjadi pilihan semua kalangan,” ujarnya.

Target pasar dari New MegaPro ini adalah pria muda dewasa dengan usia 20-30 tahun yang merupakan profesional muda bergaya hidup modern, aktif, dinamis dan ingin tampil macho.

AHM memasarkan New MegaPro dengan harga on the road DKI Jakarta Rp 19.500.000 ( tipe Casting Wheel/CW ) dan Rp 18.300.000 ( tipe Spoke wheel/SW ). Tipe CW memiliki dengan empat pilihan warna yaitu brave black, strong silver, renegade red, brace blue sedangkan tipe SW memiliki tiga pilihan warna yaitu brave black, strong silver, dan renegade red.

Minggu, 13 Juni 2010

Macan Berjurus Ninja Italia


Jika Anda punya Honda Tiger produksi 1994 dan bosan dengan tampilan, bisa dicontek karya modifikasi Erfan Nurdianto dari K-Cau Modification (K-CM) Magelang, Jateng, ini. Asli dari jenis sport motor berlambang sayap mengepak itu hilang, setelah diramu jadi ala street fighter dengan daya tarik di bagian tertentu.

Seperti sektor buritan, yang dibentuk menyerupai Ninja 250 karena banyak diomongin orang. Untuk mengubahnya, tentu ada rombakannya. Menurut Erfan, tulang belakang dibuang sekitar 15 cm sehingga buntut bisa dibuat lebih nungging.

Pengerjaan seluruh bodi menggunakan bahan fiber, mulai dari depan sampai belakang. "Hanya tangki digarap sistem kondom, jadi aslinya masih ada di dalam," ungkap sang pemilik motor.

Jika belakang terinspirasi dari Ninja 250, untuk depan Erfan memasukkan model Ducati. Supaya tampilan motor jadi lebih besar, dibuatkanlah deltabox variasi dari bahan aluminium. Pertimbangannya, "Selain mudah dibentuk, biar lebih mengilap."

Trus, motor apa lagi yang disematkan pada Tiger ini? Tengok lampu depan, diambilnya dari Kawasaki Athlete 125 karena belum banyak yang mengaplikasikan.

Hasilnya, tampilan motor dengan sok depan custom dan sistem rem belakang yang sudah cakram, jadi lebih segar dan fresh. (Nurfil)

Honda Tiger dengan Rangka Knock Down























KOMPAS.com — Enggak ada yang ekstrem dari tampilan Honda Tiger 2003 ini. Namun, builder Irfandi dari bengkel 2XP Pontianak banyak melakukan inovasi, meski karyanya itu terinspirasi dari Suzuki B-King. Hasilnya, sosok motor sport itu jadi lebih gagah.

Terobosan dari Irfandi bisa dilirik mulai dari rangka yang memakai model knock down. "Kalau mau gonta-ganti konsep dapat dilakukan dengan mudah," bilang Irfan, sapaan akrabnya. ia menjelaskan bagian yang bisa dibongkar mulai dari bagian tengah sampai belakang dengan sistem baut ukuran 14 (di bagian atas) dan 12.

Selain itu, coba perhatikan di sekitar tangki bensin. Bagian itu dikasih semacam cover, tapi punya fungsi lain, menjadi dudukan lampu sein yang dicomot dari Honda Supra X 125.

Masih di tangki, perhatikan bagian bawahnya. Ada variasi deltabox yang sering digunakan Suzuki Thunder 125. Aslinya sih, kata Irfan, dari aluminium. Supaya tampilan lebih bagus di-cutom dari fiber.

Kemudian, pindah lirikan Anda ke sepatbor. Area ini dirancang terdiri dari tiga bagian yang disatukan dengan baut cacing. Dibuat begitu lantaran motor ini tak punya standar tengah. Jadi, kalau mengalami pecah ban, gampang dibuka.

Sekarang pindah ke belakang. Perhatikan suspensi, Irfan coba memadukan MX dan Ninja 150. Nah lho, seperti apa jadinya? Untuk MX, yang dipakai hanya batang peredamnya, sementara Ninja yang diambil adalah pernya. Hasilnya, menurut pengakuan yang punya motor, sangat empuk.

Terakhir, coba tengok knalpot. Desain dan finishing-nya boleh diacungi jempol. Tapi, jangan menempel terlalu dekat kalau enggak mau kena semprot. (Nurfil)