Senin, 27 Juli 2009

HONDA GL 100 1984 (MAGETAN)




Cagiva VS Aprilia

Beberapa waktu lalu, kota Magetan lagi sering disebut dalam berita sehubungan dengan jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di wilayah ini. Turut berduka buat para korban. Taunya, di daerah ini ada juga builder dengan karya fenomenal yang juga layak buat menjadi sumber berita nasional. Silakan intip pada Honda GL100 yang sudah berumur lebih dari 20 tahun ini.

Wah, motor ini saja yang baru 20 tahun sudah ganti tampang. Apalagi Hercules yang jatuh itu, harusnya sudah pensiun juga. Kan umurnya sudah 29 tahun.

Abdul Aziz sang builder dari rumah modifikasi A1 Modified memang tertantang membuat motor tua menjadi layaknya motor gede alias moge Eropa. Bentuk depan dapat ilham setelah melihat Cagiva V-Raptor 1.000 cc. "Tandanya bisa dilihat dari model semacam tanduk di bagian depan antara batok lampu ke tangki," kata Aziz yang pilih seluruh material modif dari pelat galvanis setebal 0,9 mm.

Aziz juga cukup jeli memadukan ubahan di bagian depan ini. Dimensi pelat besinya disesuaikan dengan pilihan batok lampu yang merupakan cabutan dari Honda Supra X 125. "Harus hati-hati membuatnya sebab kalau kebesaran maka akan jelek. Makanya ukuran batok lampu itu salah satu acuan," ceritanya.

Sport di depan maka di belakang lebih dahsyat lagi. Konon builder yang memelihara jambang ini meniru Aprilia RSV4 yang menjadi tunggangan Max Biaggi di arena WSBK. "Memang sport abizz karena runcing dan nungging," kekeh pria ramah ini. Karena konsep sport tadil maka untuk jok dirasa pas dengan rancangan single seater. “Kalau dobel kesannya jadi kurang balap," cuapnya lagi.

Sadar dengan penggunaan pelat yang cukup tebal pastinya berimbas pada bobot motor secara keseluruhan. "Karena itul maka seluruh rangka saya ganti. Selain juga karena ingin mengejar tampilan. Penggantian ini dengan pipa tubular yang cukup besar," tambah pria bertubuh sedang ini. Seluruh rangka baru tadi menggunakan pipa diameter 1 inci.

Bisa dikatakan seluruh bagian motor ini full custom. Enggak hanya sekadar bodi. Kaki-kaki mulai dari swing-arm hinga upside down. Inilah bagian yang jarang dilakukan builder lain.

"Kebetulan saya sering membuat upside down. Dan sekarang banyak terima order dari luar Jawa," lanjut pria murah senyum ini.

Dalam membuat suspensi depan ini memang masih menggunakan beberapa komponen standar. Sok aslinya dibubut dan dilanjut pakai sambungan baru. "Kemudian saya custom pakai sistem drat,. Di dalamnya ada 3 komponen terpisah," tambahnya.

Sedang bagian luar sok dibungkus pelat lagi supaya tampak lebih kekar. Sayang masih menyisakan beberapa ruang kosong di bagian kolong sehingga motor tampak kurang kekar.

DATA MODIFIKASI

Pelek : Bembi
Ban depan : Delitire 110/70-17
Ban belakang : Delitire 130/70-17
Sok depan : Custom
Sok belakang : Satria 120R
Swing arm : Custom
Disc brake : PSM
Lampu depan : Honda Supra X 125
Setang : Custom
Modifikator : A1 Modified 0812-3408-435

Suzuki satria 120 1997 (Pontianak)





Ngidam Ninja

Bicara tampilan ekstrem, pastilah setuju kalau ubahan di Suzuki Satria 120 milik Ismail ini layak diacungi jempol. Karakter bebek sudah berubah total menjadi layaknya sebuah motor sport. Konon hal ini karena si pemilik mengidamkan Kawasaki Ninja.

"Tapi kalau punya motor Ninja sih malah kurang asyik untuk dimodif. Mending Satria ini aja yang dimodif. Jadi lebih menantang," argumen Ismail.

Desain Ninja mengilhami banyak sektor. Mulai pemilihan variasi sampai warna. "Untuk kelirnya pakai biru Ninja R," ungkap Ismail.Bentuk bodi sebenarnya tidak terlalu meniru motor sport fenomenal Kawasaki tadi. Hal itu karena Ismail ingin membuat motor yang benar-benar sporty.

Lihat saja desain buntut dan tangki. Bersiku dan serba runcing. Terutama buntutnya. "Itu sedikit terinspirasi motor MotoGP tapi desainnya murni rancangan saya," kata pria yang punya bengkel Mail Innovation di wilayah Panglima Aim, Pontianak, Kalimantan Barat ini.

"Meskipun sepertinya kecil tapi tangki ini muat bensin sampai 15 liter lho," tambah anak muda 23 tahun ini. Dalam mendesain penampung bahan bakar ini, Ismail memperhatikan sekali lekukan bagian samping kanan dan kiri.

Desain sisi kiri-kanan tangki itu untuk memberikan kenyamanan bagi dirinya saat riding dan harus ngebut. Maklum, motor ini sering turing jauh juga sehingga posisi duduk menjadi fokus.

Alasan ergonomi juga mendasari pemilihan komponen di bagian laki-kaki. Misalnya alasan pemilihan sok belakang yang malah menggunakan Jupiter MX, padahal kan Satria sendiri sudah monosok. "Sebab saat pakai sok Satria motor malah jadi tinggi sekali sehingga gak nyaman saat dipakai," lanjutnya.

Desain tampil serba runcing tadi juga sampai pada batok lampu. Untuk bagian ini lampu sendiri menggunakan milik Honda Supra X 125. Tapi demi tampilan yang ciamik dibuatkan cover yang mempunyai banyak sudut.

"Sekilas batok lampu ini berkesan futuristik karena seperti robot begitu. Bahan untuk semua bodi dan cover lampu ini menggunakan fiber," lanjut pria yang baru memulai usaha bengkel ini.

Secara total memang sudah nyaris sempurna. Tapi kalau menurut Em-Plus, masih ada satu kekurangan, Bro. Spion dan lampu sein belakang kog gak ada ya? Kemana tuh perginya peranti safety wajib? Kemana hayo?

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Battlax 100/80-17
Ban belakang : IRC 130/70-17
Lampu depan : Supra X 125
Swing-arm : Custom
Knalpot : AHM

HONDA TIGER REVO 2008 (MAGETAN)




Aris Yudha Budi Istiawan sudah lama menunggu kedatangan Honda VTR 250 yang menurut gosip bakal dijual pabrikan lokal. Enggak sabar nunggu akhirnya Honda Tiger Revo miliknya jadi korban.

Untungnya ada Abdul Aziz dari rumah modifikasi A1 Modified yang merealisasikan mimpinya punya Honda VTR. "Tenang pasti beres dan tampilan Tiger Revo berbeda dalam satu bulan,"ujar modifikator beralamat di Jl. Diponegoro, No.19, Selosari, Magetan.

Menurut Abdul Aziz, konsep Honda VTR 250 memang sangat cihuy! Naked bike yang desainnya benar-benar besutan turing. Cocok banget bila ubahan basicnya pakai Honda Tiger. “Tinggal kaki-kaki dipasang copotan limbah moge,” jelasnya.

Sedang buat bodi, ubahannya nggak terlalu sulit lantaran asalnya sama-sama motor telanjang. “Tangki asli Tiger didesain seperti VTR 250 ,” jelas Mas Dul sapaan akrabnya yang menambah lubang ventilasi di kedua sisi tangki agar aliran angin menuju ke mesin.

Untuk bodi belakang, konsepnya juga sama dengan buntut VTR. Tidak lancip melainkan membulat, untuk mencetaknya pakai bahan fiberglass. “Aku lagi jomblo, makanya jok dibikin single seater aja,” kekeh Yudha yang kabarnya baru ditinggal pergi kekasihnya ini.
Biar selaras dengan konsep VTR, pastinya di tambah rangka tubular. Mas Dul membuatnya dari bahan pipa besi. Hasilnya meskipun rangka cuma tempelan, motor ini jadi terlihat kokoh dan berotot.

Makin sip dan mirip VTR, Yudha berinisiatif untuk instal radiator milik Aprilia 125. “Memang nggak fungsi tapi bikin tampilan motor makin oke,” ungkap salah satu anggota Paskhas TNI AU yang bertugas di Lanud Iswahyudi, Madiun ini.

Kalau diamati ada sedikit perbedaan antara VTR dan Tiger Revo milik Yudha ini. Desain VTR dari pabriknya tak dilengkapi fairing bawah mesin. “Aku tambah di bawah mesin biar kelihatan lebih berisi,” tutup lajang yang mendambakan pasangan ini.

Kontak Batin lewat Honda Tiger dan Mega Pro

Wardoyo dan Suswanto ini, saudara bukan dan tinggalnya pun berjauhan. Satu di kotif Depok dan satunya lagi di Purwokerto, Jateng. Namun keduanya melakukan kontak batin melalui modifikasi pada motor mereka yang sama-sama Honda. Keduanya mengusung rancangan model bungkuk dan material yang dipakai pun ada yang sama pula.

Untuk mengubah Honda Mega Pronya, Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) mencontoh ide dari Honda CBR1000, Sedang Wardoyo dengan Billy Custom terinspirasi Suzuki B-King untuk menyulap Honda Tiger hijaunya.

Selain sama-sama mengkonsep model bungkuk, ternyata Wardoyo dan Wanto punya kesehatian dalam penggunaan bahan material, yakni pelat galvanis sebagai bahan bodi. Menurut Wanto, buayanya lebih murah dibandingkan dengan fiberglass.

Masih ada lagi. Kesamaan mereka tampak pada ubahan monosok yang sama-sama pakai Suzuki Satria 120. Dilanjutkan lagi dengan lampu depan, meski materialnya beda namun desain covernya bagaikan anak kembar. Bila Wardoyo lebih memilih lampu Supra, Wanto menjatuhkan pilihannya pada Vario.

Untuk urusan kaki-kaki, kali ini keduanya beda selera. Wardoyo kepincut dengan Sprint, sementara Wanto jatuh cinta sama Storm.(Andika, Nurfil)

DATA MODIFIKASI
HONDA TIGER 2000 1998
Ban depan : Swallow 110/70-18
Ban belakang : Swallow 130/70-18
Knalpot : Custom
Lampu depan : Honda Supra
Lampu belakang : Suzuki Spin 125
Rem belakang : Suzuki Satrai 120

HONDA MEGA PRO 2002
Ban depan : Blackstone 100/80-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Lampu depan : Vario
Lampu belakang : Honda Grand
Knalpot : Handmade

Senin, 20 Juli 2009

Honda Mega Pro ''Bight Funky''

Bight Funky
Wajah sport funky kota reog, ini lho kepunyaan Alif Wahyu Dwianto. “Aliran mothai paling pas,” ucap penghobi modif ini.

Wajah sport funky kota reog, ini lho kepunyaan Alif Wahyu Dwianto. “Aliran mothai paling pas,” ucap penghobi modif ini. Warna-warna cerah tentu jadi identitas utama aliran funky yang anti dikembarin. Kelir biru bertabur butiran gliter silver disembur dari ujung sepatbor depan hingga buritan. Kelir biru tua yang dibikin mirip anodised lalu dipoles di rangka, blok mesin, sampai master rem dan segitiga atas bawah.Wajahnya langsung fresh.

Buat pembedanya, komponen besi semuanya dikrom. Seperti batang sok, kalter mesin, footstep dan lengan ayun. Sontak kelir dasar makin menonjol dan keliatan resik. Penggantian ikut dilakoni buat menunjang performa keseluruhan. Peleknya diganti Rossi ukuran lebar ditemani selingkar tromol n cakram Ninja. Bagian depan ini rombakannya agar seimbang dengan belakang, soknya diturunin 10cm. Jadinya stang ikut ditinggikan dengan mengganti raiser dudukan stang variasi.

Kesan mothai diwakili sisi belakang. Lengan ayun kotak merk Supertrack ini dipasang dengan memajukan tromol belakang. Penahan sok upside down WP Fushion dan ban ceking Swallow 70/80x17 sudah cukup membuat sektor kaki belakang keliatan melompong cungkring. Gini ini pas dibilang funky mothai look.
n neo.

HMPC Makasar


Bunglon


MODIFIKASI motor sudah menjadi tren bagi para penggila motoris. Tak tanggung-tanggung banyak orang yang rela mengeluarkan kocek yang besar sekedar untuk memodifikasi motor agar terlihat lebih yahud. Bergaya standar sudah pasti bikin boring. Apalagi kalau motor itu terklasifikasi motor sport alias motornya kaum cowok.
Rasa itulah yang membuat Deaunu Perwira atau lebih ngetrend di panggil Dinnu berinisiatif untuk merombak Suzuki Thunder 125 full orisinil yang hampir setahun kebelakang menjadi tunggangannya.
“Bosan juga sih liat tampang motor gitu-gitu aja. Jadi apa salahnya di modif aja biar tampangnya lebih keren lagi dan tidak bosan,” ujar Dinnu. Dalam benak Dinnu, Thunder yang sejatinya bertipe motor sport mudah untuk dimodifikasi. Dengan gaya motor gede atau keren disebut Moge membuat si pemilik terlihat gagah.
Biar lebih terlihat sangar, Dinnu memasang velg Grimeka 17 inci dipadukan dengan ban pirelli MTR02 Dragon berukuran 160/60. Tapi, skenario awal yang coba ditunjukin, gak langsung nyemplak bisa dipasang. Velg grimeka bawaan Honda NSR jelas beda dengan Suzuki yang gak mungkin bisa gitu aja langsung klop.
”Setelah saya dapat gak langsung bisa dipasang. Butuh waktu dua hari bikin adaptor baru buat seporket belakang yang mentok. Daripada gak jadi, terpaksa saya bikin ke tukang bubut,” jelasnya.
Setelah kaki-kaki kelar, sekujur tubuh si Thunder dipolesi cat produk Sikken berwarna merah bata. “biar terlihat lebih garang,” pungkasnya. ***
Swing Arm bergaya aprilia
Untuk menyesuaikan velg lebar grimika, swing arm estede dilengserkan diganti swing arm model aprilia yang dibuat handmade.*
Mesin kohar
Mesin dikorek harian dengan menghaluskan lubang isap dan buang serta memapas silinder head. Karbu ori dilengserkan dan diganti karbu bawaan Kawasaki Ninja untuk menunjang kaki-kaki yang berotot.*
Data modifikasi :
Engine guard – custom
Lampu blkang – F1Z R
Karburator - Ninja
Kaliper belakang – Brembo
Baut body – setainless kunci L
Velk – Grimeka
Ban depan – 90/80 Battlax
Ban blkang – 160/60Pirelli MTR02 dragon